• • ABOUT • • FOOD REVIEW • • HIGH SCHOOL LIFE • • TRAVEL • • UNIVERSITY LIFE • •

Saturday, February 28, 2015

Dill Gourmet Plaza Indonesia

Time for food review!!!! Lot of works to do on this short holiday, so the drafts are still pending on my dashboard. So, what restaurant will I write today? Let's check.



DILL Gourmet
Located on Plaza Indonesia's basement, the place is located exactly next to the escalator. Never went to there before, but a friend told me it was only a restaurant, so I conclude it relaunched itself with the new concept. The place is super petite (only about 35-40 seats inside), but it  seems colorful, homey and such a warm place to have a lunch there or even eat some pastries they sell.



Welcome to Dill Gourmet.



Look, it's so petite from the outside.

The colorful decoration inside.

I love this illustrated board.

Spotted real fruits for decoration.

Some details on table.

They also sell the take-away packages.

Colorful chairs.


Full of woods interior.

Woods... everywhere.


Some cake catalogs you can bring to home.

Pastries displayed.

And the tempting cakes displayed.


The foods
DILL's Chef Salad with Gochujang Dressing. (Rp 55.000)
What a colorful appetizer! Actually I don't eat salad but what I like in this salad that it gives you more sliced eggs and chicken meat. Served with Korean spicy Gochujang dressing, but how spicy it is just depends on your tongue, for me it wasn't so spicy.



DILL's Chef Salad with Gochujang dressing. (Rp 55.000)



Three Treasure Noodle Soup. (Rp 65.000)
A delicious noodle which come with generous slice of meat, I love the soup, tasted good but was little bit salty.



Three Treasure Noodle Soup. (Rp 65.000)



Miso Gindara with Potato Puree. (Rp 95.000)
I recommend you this, but if it's saltiness wasn't too strong. The gindara was moist and good overall but it was too salty, but thanks to the delicious potato puree, I bet you will like it.



Miso Gindara with Potato Pur ee. (Rp 95.000)



Chicken Confit Penne with Soto Cream. (Rp 54.000)

I love this fusion dish so much, cooked al dente with chicken confit and egg as topping, but the taste of soto wasn't strong at all, it would be perfect if the soto taste was stronger.



Chicken Confit Penne with Soto Cream. (Rp 54.000)



Nasi Goreng Maranggi. (Rp 60.000)
This one was also delicious! I love the way they used the spices to cook this nasi goreng, the satay was good too and overall I recommend you this.



Nasi Goreng Maranggi. (Rp 60.000)



Black Diamond Waffle (Rp 48.000)
The recommended dessert of Dill. Crispy waffle with a scoop of chocolate ice cream, slices of banana and almonds. Are you wondering why the waffle was black? It used squid ink to color it black, gives you another new experience of eating a waffle.



Black Diamond Waffle. (Rp 48.000)



Island Cake (Rp 50.000)
Island cake is a mango-tasted cake, the texture was little bit rough than the other sliced cakes, but suit for who likes mango cake (gotta buy this one for my mom).


Banana Nutella (Rp 50.000)
Banana Nutella? The combination beetween the fruit I don't prefer and the jam I like, actually the banana taste didn't overwhelm so I still ate this one.


Coffee Pistachio (Rp 50.000)
If I have to decide which one the most I like from the 3 sliced cakes served at that day, I would choose this one, a perfect combination of coffee and pistachio.



Island Cake. (Rp 50.000) | Coffee Pistachio Cake.  (Rp 50.000) | Banana Nutella Cake. (Rp 50.000)


Cold Pressed Juice. (Rp 35.000)

Need a refreshment? Go order some healthy cold pressed juice, available in 4 flavors : Power Booster (green apple, arugula and lime), Happy Go Lucky (passion fruit, strawberry, and red apple), Forever Young (beetroot, green apple, lime), and Energy Charger (orange, carrot, and pineapple).



Cold pressed juice.  (Rp 35.000)

Pick one of the flavours you like.


Conclusion

  • Don't judge a book by it's cover, it's a petite place but feel so homey and the foods are great.
  • Searching cold pressed juice, go pick some in Dill.
  • Recommend you the Black Diamond Waffle.



Let's DILL!

Thank you OpenRice Indonesia + DILL Gourmet for the food tasting.





DILL Gourmet
Plaza Indonesia, Lower Basement
Jl. MH Thamrin No. 28-30
Thamrin, Central Jakarta

T : +62 21 299 24 512

Hours: Sun-Mon 08.00 - 22.00

Wi-fi : YES
Credit Card : YES
Price Range: Rp 180.000 for two
Website | Facebook | Twitter | Instagram




TWITTER @ARSubrata | INSTAGRAM : @ARSubrata

Friday, February 27, 2015

Legenda Kuliner Bandung, Mie Naripan (Bandung Express 2014 Part 2)

Hmmm.. nge-post lagi, sekarang gua lagi pusing nih kudu nyari barang sama baju buat Imlek belom dapet-dapet padahal uda tinggal menghitung hari. -____-

Nyambung sama post sebelomnya di mana gua harus pergi riset buat tugas branding di kelas, akhirnya gue dan temen-temen pergi ke Bandung pulang hari buat menunaikan tugas. Nah yang belom baca post sebelumnya bisa klik di part 1.


Karena belom makan, akhirnya kita semua ke salah satu mie paling legendaris di Bandung. 



Mie Naripan!


Mie Naripan
Kenapa namanya Naripan? Karena letaknya di Jalan Naripan. Dari depan kayak rumah tua tapi gede dalemnya, di bagian depan ada open kitchen jadi kita bisa liat kokinya masak. Nah interiornya sih biasa aja, ala-ala restoran China kuno gitu, tapi bersih sih dan ga sumpek  karena banyak bukaan jadi sinar matahari gampang masuknya.


Suasana Mie Naripan di pagi hari.


Restoran ini secara garis besar dibagi jadi 3 bagian, bagian depan sebelah kanan yang ada open kitchen dan meja kasir sama meja-meja buat makan, yang kedua tempat makan di bagian kiri bangunan (bagian kiri dan kanan kepisah sama tembok). Dan yang ketiga ada bagian dapur di belakang.

Dan lu bisa liat banyak banget kalender-kalender harian ala orang Tionghoa yang digantung di dinding Mie Naripan. Suwer kalendernya banyak banget di mana-mana, gua ga tau kenapa banyak banget kalender di dalemnya.


Open kitchen di bagian depan Mie Naripan.


FYI, kalo kita liat di kasir ada engko-engko berlogat Sunda, dia yang punya, namanya Om John. Om John bikin Mie Naripan ini dari... dari kapan yah gua lupa lagi, pokoknya dari lama lah. Keliatan dari luar bangunannya yang rada tua dari jaman baheula.

Om John sendiri pertamanya pas muda usahanya bukan di kuliner, tapi setelah dia pikir-pikir semua orang pasti makan setiap hari, jadinya dia coba bikin mie. Pertamanya tempatnya kecil, lama-lama jadi gede. Dia jamin mie di sini semuanya bikinan sendiri dari cuma tepung sampai jadi mie, dibuat di dapur belakang (gua disuruh nengokin ke dapur kalo penasaran, bener sih... banyak banget terigu berkarung-karung di belakang). Om John juga ga main-main pilih tepung buat mie-nya, supaya mie-nya bisa awet alami dan kualitasnya bagus.

Well, ternyata pas kita perhatiin, ada loh beberapa turis asing yang lagi makan di Naripan juga pas kita datang. Pertamanya sih mikir juga sama-sama orang Tionghoa kayak kita-kita, eh ternyata pas ngomong bahasanya Jepang. Om John bilang saking terkenalnya Mie Naripan dari dulu, turis malah suka bilang "Belom ke Bandung kalau belom makan Mie Naripan".

Om John : Ini bukan saya loh yang bilang, turis-turis yang suka bilang. :D

Saking doyannya, turis-turis suka minta bungkus buat dibawa pulang ke negeri asalnya. Pernah katanya ada yang mesen borongan sampe ke Malaysia apa Thailand gitu dikirim pake paket khusus, mienya bisa tahan sekitar 3 hari (tapi belom dikuahin yeeee hahaha kalo nggak yah bonyok).

Waktu itu sih Om John lagi dibantu menantunya, mungkin kalo hoki makan di situ bisa liat anaknya Om John.


Om John.


Makan apa 'Bi?
Udah lama yah ga makan Naripan, biasanya sih gua pesen yamien manis.


Santapan sebelom pergi riset keliling Bandung.


Yamien manis spesial.


Enaknya mie Naripan itu, mienya kenyal ga cepet putus terus gurih dan pokoknya tiada tara deh sejauh ini sama mie-mie yang gua makan. Yang gua pesen ini yang porsi reguler, dibandrol dengan harga sekitar Rp 30.000. Kalau mau yang jumbo bisa sampai Rp 50.000 , gua udah pernah coba gara-gara cowo-cowo Geng Domba Unyu pesen yang jumbo semua, saking jumbonya gua sama Tika makannya sampe engep-engep.



Bakso Goreng.

Ga lengkap juga deh kalo ke sini ga pesen bakso goreng, satu butir harganya Rp 5.000. Gak alot kalo digigit, isinya juga ga gitu kopong, asin dan gurihnya pas, dan ga berminyak. Soal rasa? Uenak! 

Oh iya, free teh hangat loh pas makan. :9


Foto dulu abis selese makan, edisi cewek-cewek doang, difotoin Cahyadi. 


Jessie, Earlene, Devi, Rani, Jeho, Novi, Cindy, Caca, Ubi.


Kesimpulan?
Biar kata di dalam rumah kuno, tapi mie-nya tetep gak kuno rasanya, enaknya sampe jaman sekarang tetep. Cita rasa ala Naripan tetep oke banget buat gua, jadi wajar berani patok harga sampai Rp 50.000 semangkok sampe tumpeh-tumpeh bok. Soal rasa, ga bisa boong sih, sampe ada turis bela-belain bungkus buat dibawa pulang ke negaranya.

Kalo aku sih yes sama Naripan. *ala Mas Anang di Indonesian Idol*

Anyway, Om John sama menantunya ramah banget loh dan kayaknya malah seneng kita recokin buat riset tugas. Makasih Om John + cici. 


*sendawa*


Hmmm, buat orang Jakarta yang belom pernah coba Mie Naripan, bisa cobain di Kelapa Gading Square.


Dan kata Om John, Mie Naripan mau buka cabang di Jakarta Barat. Dia kasi liat foto gedungnya sama kita, dan ternyata setelah gua amati..... MAU BUKA DI PERKANTORAN DEKET RUMAH GUA MWAHAHAHAHA ASIKKKK. 


Ehehe ga penting sih, tapi post ini gua ketik lewat Blogger for Android loh, sedikit bangga bisa nge-blog pake 2 jempol aja (biasanya pake 10 jari).

Brb mau nyari barang sama nyari baju baru Imlek, pusing kepala Ubi.




Mie Naripan
Jl. Naripan No. 108, Kebon Pisang
 Sumurbandung, Bandung

T : +62 22 420 5516
Hours: Mon - Sun 07.30 - 22.00


Wi-fi : NO
Credit Card : NO
Price Range: Rp 90.000 for two

Also serving in :
Toserba Yogya Riau (Bandung)
Kota Baru Parahyangan (Padalarang)
Kelapa Gading Square (Jakarta)



TWITTER @ARSubrata | INSTAGRAM : @ARSubrata

Kopi Oey by Bondan Winarno (Bandung Express 2014 Part 3)

Sori post barunya baru muncul lagi, kerjaan semua baru pada selese. *elap keringet*

Hari ini gua (lagi-lagi) nge-blog pake 2 jempol di Blogger for Android, gara-gara uda keburu pewe selonjoran di sofa, batal mau servis laptop ke Senayan, sambil nungguin berangkat kuliah deh ke kampus. Jadwal gua masa hari Jumat dapetnya tanggung dah, jam 3-5 sore hmmm. 

Anyway, ceritanya sampe mana yah kemaren?
Kalo yang belom ngikutin seri yang ini bisa baca part 1 dan part 2.


Jadi... abis dari Mie Naripan
Kita semua mampir dulu ke daerah Astana Anyar buat beli perlengkapan nugas sablon. Sebenernya kalo bukan lagi edisi nugas gua pengen mampir sebentar ke Makam Bupati-Bupati Bandung yang ada di sana. 

Kan tempat buat beli bahan sablonnya ada di dalem gang gitu, terus masuknya jauh banget kan harus jalan kaki. Sepanjang jalan kaki, panas buanget coyyyy, sampe di tokonya, yang pertama dicari yah minum dulu uwoooohhh.


Eh ga taunya liat jam kok uda siang banget mau sore? Jadi takut ga bisa eksplor 5 tempat dalam sehari. Akhirnya kita mutusin kalo kita pecah jadi dua subgrup, yang pertama eksplor ke daerah Dago pake mobil elf yang kita sewa, yang kedua diturunin di Jalan Braga tunggu nanti malem dijemput lagi.

Udah bagi subgrup nih, jadinya Earlene, Devi, Rani, JT ke Dago, sementara gua, Cindy, Caca, Novi diturunin di Braga. Sisanya tinggal Cahyadi si ketua kelas bawel mau ikut ke mana, nah tapi karena dia bawel kita oper-oper deh.

Sebelumnya, Cahyadi itu cowo bawel dan punya cara ngikik yang khas, jadi suka kita "bully". Misalnya, sebelum berangkat, di mobil.

Cahyadi : Aduh kalian IHIHIHIHIHIHHHH!!! *ketawa ala Cahyadi*
JT : CAY' BERISIK AH!!!!
Rani : Lu ga bole bawel Cay'!
Caca : Ketawa lu kudu di-rebranding Cay' kayaknya.
Gue : Lu bawel kita turunin di tengah tol Cipularang ye!
Cahyadi : WEH JANGAN DONG AMIT-AMIT!

Di mobil pas mau nurunin rombongan Braga,
Cahyadi : Aku mau ikut yang mana yah?
JT : Lu jangan ikut ke Dago lah.
Cahyadi : Aaahhh kok kalian gitu?
Rani : Cay' bawel ah lo.

Cahyadi : Ya udah aku juga turun deh ikut kalian di Braga ajah. *ikutan turun dari mobil elf*
Cindy : EH EH EH CAY lu kenapa ikut-ikut? -___-
Cahyadi : Ya aku kan pengen sama kalian ajah ihihihihihihi. *ketawa ala Cahyadi*

Hmmm tapi ternyata Cahyadi ada manfaatnya juga ikut turun di Braga. Sementara kita masi galau pagi-pagi mau ke mana aja, dia uda punya list loh banyak di mana-mana aja yang mau dikunjungin, termasuk di Jl. Braga sendiri yang ada di list dia banyak banget.

Anyway, di sepanjang Jl. Braga waktu itu trotoarnya pada banyak galian, jadi mau jalan kaki susyahhh.

Langkah pertama sih, kita mau nongkrong dulu. Pertamanya salah masuk kafe, karena kafenya uda bagus banget jadi ga cocok buat tugas, ga ada yang bisa di-rebranding nanti. Sampe akhirnya kita liat tempat rada misterius di balik pohon yang papan namanya aja ga gitu jelas yang bahkan jendelanya aja ditutup triplek, tapi kayaknya itu kafe. Karena penasaran, kita masuk ke situ deh.


Kafe di balik pohon.


Kopi Oey
Mengusung konsep Tionghoa-Peranakan ala ala vintage gimanaaa gituuuu. Di bagian dalam dibagi menjadi dua oleh sekat, gue rasa sih bagian yang paling luar buat yang ngerokok yang dalem buat yang nggak. Sayangnya gara-gara lagi perbaikan jalan trotoar sepanjang Jl. Braga lagi dibongkarin semua jadi banyak debu makanya jendelanya lagi ditutupin triplek.

Ternyata ini kafenya si Bondan "Maknyus" Winarno itu loh. Kalo liat di buku menu, bakalan ada foto dia pake topi ala Dinasti Qing (yang kayak vampir China gitu yang ada kepangnya haha). Lucu juga sih baca menunya semuanya ditulis pake ejaan lama, dan di situ gua baru ngeh sih kenapa namanya jadi Kopi Oey.

Namanya Bondan di situ diplesetin jadi "Oey Bhun Than", nah... Oey ini dari "Winarno" (siapa masi suka baca "Oey" dengan "Oy" atau "Uy"? Yang bener bacanya "Wi"), yah jadi kayak marga orang Tionghoa yang ganti nama keluarga jadi Indonesia yang mirip-mirip bunyinya, misalnya marga Lim jadi Halim atau Salim atau yang ada "Lim", marga Tan jadi Tanuwijaya atau yang depannya Tanu- atau ada "Tan" pokoknya, marga Oey jadi Winata atau yang depannya Wi-... gitu-gitu deh. 

Gimana kalo kasi liat interiornya pake foto ajah? Ini dia.


Kopi Oey.


Pernak-pernik unik. di Kopi Oey.


Di salah satu sudut Kopi Oey.


Lukisan jadul ala China.


Ada becak!


Lampu dari sarang burung.


Interior di bagian dalam.


Ngemil apa kira-kira?


Cici-cici lesu LOL.


Ngemil apa?
Oh iya, khusus Kopi Oey yang di Braga ga sediain makanan berat, jadi kita cuma bisa cemal-cemil doang di sini.


Koffie Susu Indotjina (Rp 17.000)
Pesenan Cahyadi sih, jadi ga nyobain, katanya sih ini minuman rekomendasinya Kopi Oey dan banyak yang bilang ini enak.


Koffie Susu Indotjina. (Rp 17.000)


Dibuka, isinya begini.


Ijs Koffie Sisiliana (Rp 20.000)
Ini punya Jeho, bukan tipikal kopi ringan seperti Cappucino sih jadi harus ditambahin gula cair kalau mau manis.


Ijs Koffie Sisiliana. (Rp 20.000)



Wiener Malange (Rp 25.000)
Punya gue, untung ga salah pesen. Ini enak loh cappucino di atasnya kasih es krim vanilla sama whip cream dan ada topping karamel beku. Cappucino-nya ga banyak-banyak amat sih karena atasnya uda dikasi es krim satu skup, tapi tampilannya juga menarik yang satu ini. Juara!



Wiener Malange. (Rp 25.000)



Roti Bakar Corned Beef (Rp 19.000)
Rotinya agak kecil sih, dan ada kornetnya juga ga gitu banyak buat gue.



Roti Bakar Corned Beef. (Rp 19.000)


Roti Bakar Taloea Bukittinggi (Rp 19.000)
Nah ini boleh dicoba, buat yang penasaran kayak apa makan roti celup telor ayam. Ini enak deh, makan roti panggang dicelup telor ayam setengah matang.


Roti Taloea Boekittinggi. (Rp 19.000)




Kesimpulan
  • Interiornya beda dari restoran-restoran China yang lain.
  • Makanan so-so tapi harganya murah meriah.
  • Pilihan kopinya lumayan banyak dan variatif, minumannya oke.
  • Berasa masuk ke jaman baheula deh ke sini, apalagi liat buku menu terus sama liat makanannya, tapi asik kok.
  • Kurang lagu China wakakakakak pasti makin mendukung suasana.
  • Hmm... mungkin bisa ajak Emak dan Engkong kalian ke sini biar mereka nostalgia? ;)

Dan sepertinya ngeliat Cahyadi nyempil di The Kimtjils malah jadi pertanyaan, doi kenapa ngikut kita sih?  Mukanya Cahyadi minta dikasi kesimpulan.

Gue : Cay', kenapa lu ikutnya sama kita di Braga, kan di Dago lebih seru banyak kafe-kafe di atas gunung.
Cahyadi : Yah gapapa... kan aku ga pernah jalan sama kalian, jadi aku pengen ngabisin waktu bareng kalian ihihihihihihih. *ketawa ala Cahyadi*









Cahyadi...... :')




Ya uda deh sampe di post selanjutnya! Tungguin yah.


Selfie dulu!
Caca, Cindy, Cahyadi, Jeho, Ubi, Novi.





Kopi Oey
Jl. Braga No. 45 RT 01 RW 09
Sumur, Bandung

T : +62 22 426 26 12

Hours: Sun-Mon 07.00 - 24.00

Wi-fi : YES
Credit Card : -
Price Range: Rp 50.000 for two
Website | Facebook | Twitter




TWITTER @ARSubrata | INSTAGRAM : @ARSubrata